Jumat, 31 Juli 2015

TAHUN 1972 

10 TAHUN HOTEL INDONESIA





Kepariwisataan merupakan faktor potensiil di dalam usaha pembangunan Indonesia, jang rentjana pengembangannja telah dituangkan dalam Repelita pertama. Salah satu tjara untuk mempertjepat perkembangan sektor ini ialah dengan menjediakan hotel-hotel jang tjukup untuk menampung arus wisatawan ke Indonesia.
Hotel Indonesia jang diresmikan pembukaannja pada tahun 1962 merupakan hotel bertaraf internasional jang pertama dibangun di Indonesia. Hotel ini dimiliki oleh Pemerintah jang dalam hal ini diwakili oleh P.T. Hotel Indonesia Internasional dan dibawah pengelolaan Intercontinental Hotels Corporation.
Untuk memperingati hari ulang tahunnja jang ke-10 jang djatuh pada tanggal 5 Agustus 1972, Direktorat Djendral Pos dan Telekomunikasi akan menerbitkan prangko peringatan dengan harga Rp. 50,-
Sebagai pintu gerbang masuk ke Indonesia kedudukan hotel Indonesia adalah sangat penting sebagai penghasil devisa jang sangat diperlukan bagi pembangunannegara umumnja dan perkembangan kepariwisataan chususnja. Dengan akan ditambahnja 250 kamar ultra-modern dalam tahun 1973 disamping 430 kamar jang tersedia sekarang, maka Hotel Indonesia akan merupakan salah sebuah hotel jang terbesar di Indonesia.
Hotel-hotel bertaraf internasional lainja jang dimiliki oleh Pemerintah dan jang dalam hal ini diawasi oleh P.T. Hotel Indonesia Internasional ialah Hotel Bali Beach (300 kamar) dan Bali Beach Cottages di Bali, Hotel Ambarrukmo (100 kamar) di Jogjakarta dan Hotel Samudra Beach (100 kamar) di pelabuhan Ratu, Djawa Barat.

sumber: dari Pengumuman Filateli "10 tahun Hotel Indonesia"

Prangko Peringatan : Seri "10Tahun Hotel Indonesia"
Tanggal Penerbitan : 5 Agustus 1972





TAHUN 1967 

THOMAS CUP






Sejarah Lahirnya Thomas dan Uber Cup


Pertandingan Piala Thomas pertama kali dilaksanakan pada tahun 1948/1949 memperebutkan Piala bergilir oleh Sir George Thomas, agenda Piala Thomas dilaksanakan tiap 3 tahun sekali. Sir George Thomas adalah Pria yang dilahirkan di dekat kota Istambul, dalam usia 22 tahun ia telah memenangkan kejuaraan double campuran All-England setelah 17 tahun kemudian ia menjuarai nomor single berturut-turut selama 4 tahun kurang lebihnya ia telah memenangi 21 gelar All-England dan 90 gelar nasional lainnya.

Pada waktu IBF didirikan Sir George Thomas dipilih sebagai ketua kemudian pada tahun 1955 karena dengan alas an ia sudah tua maka jabatan itu dilepaskan sehingga namanya diabadikan dalam sejarah bulutangkis, dalam huruf emas pada Piala Thomas Cup. Negara pertama yang berhasil merebut piala Thomas Cup adalah Malaya pada tahun 1949. Kejuaraan Thomas Cup itu, dianggap sebagai kejuaraan dunia bulutangkis antarnegara, maka pada tahun 1958 Indonesia berhasil merebut piala Thomas Cup dengan mengalahkan Malaya, kemudian pada tahun 1961 kembali Indonesia mampu mempertahankan piala Thomas Cup dengan mengalahkan Muang Thai 6 – 3. Pertandingan piala Thomas Cup waktu itu mempertandingkan 9 party, yang terdiri dari 5 single dan 4 double yang harus selesai dalam dua hari berturut-turut.

Bagi pemain-pemain wanita diadakan pertandingan-pertandingan semacam piala Thomas Cup yang diberi nama ” Uber Cup” dinamakan demikian karena penyumbang piala Uber Cup adalah Ny. Betty Uber. Ny Betty Uber tergolong tokoh yang terkemuka dari dunia bulutangkis Inggris, mereka telah mewakili negaranya dari tahun 1926 hingga tahun 1950 selama 27 kali bermain ia belum terkalahkan baik dalam pertandingan single, double dan double campuran.pada tahun 1949 Betty Uber masih berhasil untuk memenangkan double puteri All-England bersama dengan Nn. Q. L. Allen. Kejuaraan double campuran, yang merupakan permainan kuat baginya, beliau telah memenangkan sehingga delapan kali dalam kejuaraan All-England dalam sembilan tahun ber-turut-turut pendek kata seorang penyumbang piala kejuaraan puteri antar-negara yang patut dihormati.regu puteri Amerika Serikat telah menggondol piala “ Uber” untuk pertama kalinya pada tahun 1957 dan kedua kalinya pada tahun 1960. dalam pertandingan Uber-Cup telah dimainkan tujuh party, tiga single dan empat double, dalam satu hari : juga pertandingan-pertandingan ini dilangsungkan sekali dalam tiga tahun, untuk mana negeri-negeri peserta di golongkan dalam empat zone.

Walaupun tiap-tiap negeri mempunyai kejuaraan-kejuaraan nasional dan internasionalnya, pada umumnya kejuaraan All England –lah dipandang sebagai gelar perseorang yang paling diingini. Kecuali jikalau kejuaraan Negara pemenang Thomas Cup, sekarang ini Indonesia, diadakan dalam tahun yang sama sewaktu finale Thomas Cup berlangsung, gelar yang didapat dalam kejuaraan itu akan lebih berharga, oleh karena semua pemain-pemain utama didunia (top players) ikut serta dalamnya, maka pemenangnya dapat menamakan diri juara dalam negeri dan juara di antara juara sedunia. Negeri-negeri yang sesudah perang dunia kedua mengalami kemajuan pesat adalah Denmark di Eropah, Malaya,India ,Indonesia dan sesudah 1955 juga Muangthai di Asia. Bagaimana pesatnya kemajuan bulu tangkis dalam beberapa Negara, orang dapat melihat misalnya di Kopenhagen (Denmark), dimana semua perkumpulan-perkumpulan bulutangkis mempunyai ruangan tertutup sendiri, yang memuat tiga sampai delapan lapangan-lapangan seta anggaota-anggotanya berjumlah antara 300 sampai 1000 orang.
sumber : http://kreasijaskes.blogspot.com/ 

Prangko Peringatan : SERI "THOMAS CUP" TAHUN 1967
Tanggal Penerbitan : 31 Mei 1967


Selasa, 28 Juli 2015

TAHUN 1972

KOSMOS

KOSMOS

KOSMOS

KOSMOS
 Prangko Seri: Kosmos
Tanggal Penerbitan : 20 July 1972


Minggu, 26 Juli 2015

TAHUN 1967

HARI PENERBANGAN NASIONAL

1967 - HARI PENERBANGAN NASIONAL

1967 - HARI PENERBANGAN NASIONAL
Prangko Seri: Hari Penerbangan Nasional
Tanggal Penerbitan : 9 April 1967

Sabtu, 25 Juli 2015

TAHUN 1972 

TAHUN BUKU INTERNASIONAL




UNESCO, Badan kerdjasama Perserikatan Bangsa-Bandsa di bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, pada sidang umumnja jang ke-XVI jang diadakan pada bulan Nopember 1970 di Paris, setjara aklamasi telah memproklamasikan tahun 1972 sebagai "Tahun Buku Internasional". Maksud dan pola umum dari seluruh kegiatan jang akan mengisi "Tahun Buku Internasional" itu dapat disimpulkan dengan slogan:"Buku untuk setiap orang".
Slogan ini kiranja dapat menggambarkan tudjuan sidang umum UNESCO tsb. Semua orang, tua muda, wanita maupun pria, warga kota ataupun orang pedesaan, petani ataupun pelaut, guru maupun djenderal, seniman maupun kijai, hendaknya menginsafi betapa pentingnya arti buku bagi hidup dan kehidupan insani. Semua orang hendaknja menganggap perlu untuk membatja, karena melalui membatja pengetahuan dapat bertambah, pandangan dapat meluas.
Sebaliknya semua orang hendaknja dengan mudah dan murah bisa mendapatkan buku jang diperlukannja. Pada tahun2 belakangan ini diseluruh dunia dirasakan adanja kekurangan buku. Kekurangan ini terlebih-lebih dirasakan di negara-negara jang sedang berkembang. Sebagai akibat hasil pemberantasan buta huruf bertambahlah djumlah orang jang suka membatja. Perkembangan dan demokrasi pendidikan mendjadi sebab penting pula mengapa djumlah orang jang memerlukan buku bertambah dengan pesat.
Menurut pendapat para ahli, usaha jang paling penting untuk mengurangi kekurangan buku tidak lain tidak bukan dari pada penjelenggaraan dasar bagi industri penerbitan nasional dan pengorganisasian setjara nasional pula bagi pelebaran dan perbaikan djaringan distribusi hasil industri tersebut, baik berupa toko-toko buku, maupun perpustakaan-perpustakaan dan lain-lain.
Dalam rangka program djangka pandjang perkembangan buku dari tahun ke tahun, UNESO telah berhasil mengumpulan andjuran-andjuran, usul-usul dan rekomendasi-rekomendasi sebagai hasil beberapa musjawarah kerdja/seminar regional dari para ahli jang telah diadakan untuk Asia di Tokyo (1966), untuk Afrika di Accra (1968), untuk Amerika Latin di Bogota (1969) dan untuk Dunia Arab di Cairo (Djanuari 1972). Di samping itu mendjadi kesilitan jang dirasakan setjara umum pula oleh negara-negara jang sedang berkembang kekurangan alat pembajaran luar negeri untuk membeli copyright dari buku-buku fungsionil dalam pelbagai bidang jang dianggap penting untuk pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan dan teknologi. Bermatjam-matjam kesulitan dan halangan pun terdapat pada usaha penterdjemahan buku-buku fungsionail itu. Meskipun adanja perkembangan tekniksetjara revulusioner dalam produksi dan distribusi bahan batjaan jang secara internasional berakibatkan lebih banjak penerbitan-penerbitan jang baik dan bermanfaat serta mendjadi lebih murah pula harganja, namun setjara nasional, terutama bagi negara-negara jang sedang berkembang, "buku" belumlah mendjadi keperluan atjara hidup sehari-hari. Keadaan seperti ini terdapat pula di tanah air kita. Memang sedjak proklamasi kemerdekaan 1945 djumlah orang jang suka membatja bertambah dengan pesatsebagaimana didjelaskan di atas, berkat hasil pemberantasan buta huruf dan kemadjuan dan demokratisasi pendidikan, namun di lain pihak djumlah penduduk jang tidak mempunjai kebiasaan membatja masih sangat tinggi. Menurut pengamatan para ahli, bukan hanja terdapat di kalangan rakjat biasa, namun dikalangan jang biasa disebut "terpeladjar" pun kebiasaan membatja buku masih sangat menjedihkan.
Orang-orang terpeladjar ini sering mengeluh bahwa mereka kekurangan waktu, sehingga tidak sempat untuk membatja buku. Djika mereka mempunjai waktu, biasanja waktu itu dipergunakan untuk membatja batjaan hiburan. Buku-buku fungsionil jang dapat memperdalam pengetahuan dan keahlian sulit diperdapat dan harganja biasanja tinggi sekali. Tetapi disamping itu terdapat pula keluahn dikalangan ahli perpusatakaan dan toko-toko buku bahwa tampaknja orang masih segan berkundjung ke perpustakaan atau berbelandja di toko buku. Menghadapi hal-hal tsb diatas Panitian Nasional Tahun Buku Internasional 1972 Indonesia telah menjusun suatu program jang meliputi bimbingan batjaan termasuk peningkatan kebiasaan membatja, penerbitan, perpustakaan, dan menarik perhatian orang baik dari pihak "konsumen", jaknipembatja, maupun dari pihak "produsen" jakni pengarang, penerbit, pentjetak dll, terhadap buku melalui pameran, tjeramah-tjeramah, tulisan-tulisan dan film. Demi kemadjuan, perkembangan dan pemuliaan mutu hidup orang seorang maupun sebagai bangsa, mudah-mudahan "Tahun Buku Internasional 1972" Indonesia dapat menggugah seluruh anggota masjarakat untuk mendjadikan "buku" sebagai keperluan atjara hidup sehari-hari.*)

*) Dari pengumuman filateli

Prangko Istimewa seri "Tahun Buku Internasional-1972"
Tanggal Penerbitan : 15 Mei 1972


TAHUN 1967 

ALAT MUSIK





Prangko Seri : Alat Musik
Tanggal Penerbitan 01 February 1967

Minggu, 05 Juli 2015

TAHUN 1970

PEMURNIAN PERADILAN


PEMURNIAN PERADILAN - 1970

PEMURNIAN PERADILAN - 1970

PEMURNIAN PERADILAN - 1970


Dalam usaha mempopulerkan pelaksanaan asas pemurnian peradilan di dalam Negara Hukum republik Indonesia demi tegaknja "Rule of Law" serta mendjundjung tinggi hak-hak azasi manusia, Direktorat Djenderal Pos & Telekomunikasi dengan bekerdja sama dengan Kedjaksaan Agung Republik Indonesia telah menerbitkan prangko2 seri "Pemurnian Peradilan" dengan harga Rp 10.- dan Rp 15,-
Kedua prangko tersebut bergambarkan sepasang tangan dalam sikap tegak menengadah ke atas dengan latar belakang djerudji/terali besi. Kedua belah tangan itu merupakan simbul penegak hukum jang bertekad untuk melaksanakan peradilan jang murni dan menghilangkan kesewenang-wenangan, sedangkan djerudji/terali besi menggambarkan penderitain sebagai akibat dari ketidak adilan dan kesewenang-wenangan jang sifatnja universil.
Keseluruhan gambar dalam prangko tersebut menondjolkan bahwa Negara R.I. adalah Negara Hukum dimana idee the rule of law merupakan guidlng principle.
Disamping itu diterhitkan pula first day cover jang memuat gambar alrnarhum Djaksa Agung R.I. ke-IV R. Soeprapto. Bapak Korps Kedjaksaan, untuk menghormati djasa2 beliau semasa djabatannja (1951-1959) sebagai perintis pelaksanaau pemurnian peradilan.

*) Dari Pengumuman Filateli

Prangko Peringatan Seri : Pemurnian Peradilan
Tanggal Penerbitan 15 Maret 1970

Jumat, 03 Juli 2015

TAHUN 1963 

HARI SOSIAL KE VI


 




Kupu-kupu merupakan salah satu jenis binatang yang memiliki beragam spesies di Indonesia. Di mata dunia, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dengan jumlah keanekaragaman yang tinggi yaitu sebanyak 2.500 jenis dan hanya terpaut dari Brazil yang mencapai 3.000 jenis kupu-kupu. Daerah yang menjadi kerajaan kupu-kupu (The Kingdom of Butterfly) di Indonesia adalah di Sulawesi, salah satunya di kabupaten Maros dengan kawasan konservasinya yang kaya dengan aneka jenis kupu-kupu.
 Beberapa jenis kupu-kupu yang terdapat di Indonesia merupakan jensi spesies langka dan dilindungi oleh negara. Berikut ulasan selengkapnya.
Spesies kupu-kupu langka #1: Kupu-Kupu Bidadari
Nama latin: Cethosia myrina
Nama lain: Kupu-kupu sayap renda, brown accented butterfly
Keterangan: Kupu-kupu ini merupakan satwa endemik di daerah Sulawesi khususnya di bagian Utara dan Selatan. Kupu-kupu ini memiliki lebar sayap mencapai 7,5 cm.
Gambar:
kupu-kupu sayap bidadari

Spesies kupu-kupu langka #2: Kupu-kupu sayap burung peri
Nama latin: Ornithoptera chimaera
Nama lain: Chimaera Birdwing
Status konservasi: Near Threatened
Keterangan: dapat ditemukan di beberapa lokasi di Papua dan Papua Nugini, kupu-kupu ini memiliki rentang sayap yang dapat mencapai 7 hingga 15 cm pada kupu-kupu jantan.
Gambar:
kupu-kupu sayap burung peri

Spesies kupu-kupu langka #3: Kupu-kupu sayap burung surga
Nama latin: Ornithoptera paradisea
Nama lain: Butterfly of Paradise
Status konservasi: Least Concern
Keterangan: ditemukan di beberapa lokasi di papua dan papua nugini. Spesies jantannya memiliki waena hitam dengan kombinasi hijau keemasan di bagian sayapnya, sedangkan sang betina berwarna coklat tua. Rentang sayap kupu-kupu ini adalah 14-19 cm.
Gambar:
kupu-kupu sayap burung surga

Spesies kupu-kupu langka #4: Kupu-kupu raja
Nama latin: Troides andromache
Nama lain: borneo birdwing
Status konservasi: near threatened
Keterangan: Kupu-kupu ini terdapat di beberapa wilayah di Indonesia dan Malaysia dengan sayap yang besar dan berwarna orange.
Gambar:
kupu-kupu raja

Spesies kupu-kupu langka #5: Kupu-kupu Burung Titon
Nama latin: Ornithoptera tithonus
Nama lain: Tithonus birdwing
Status Konservasi IUCN Red List: Data Deficient (DD)
Keterangan: ditemukan di Indonesia
Gambar:
kupu-kupu burung titon

Kelima kupu-kupu termasuk beberapa spesies kupu-kupu yang saat ini tergolong langka untuk didapatkan.
*) http://www.satwa.net/

Prangko Seri : "HARI SOSIAL KE VI"
Tanggal Penerbitan : 20 DESEMBER 1963

Rabu, 01 Juli 2015

TAHUN 1972

50 TAHUN INSTITUTE TEKNOLOGI TEKSTIL





Prangko Seri: 50 tahun Institute Teknologi Tekstil
Tanggal Penerbitan : 22 April 1972