Sabtu, 31 Januari 2015

TAHUN 1961

BENTJANA ALAM I

BENTJANA ALAM I - 1961
Prangko Seri : Bentjana Alam I
Tanggal Penerbitan 07 Februari 1961

TAHUN 1962 

KAMPANYE ANTI MALARIA







Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti gejala pada penderita influenza, bila tidak diobati maka akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian .
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.
Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.
*) Dari Wikipedia

Prangko Seri "Kampanye Anti Malaria"
Tanggal Penerbitan : 7 April 1962  



Jumat, 30 Januari 2015

TAHUN 1962

ASIAN GAMES KE 4 (SERI I)





Asian Games 1962 adalah Asian Games yang ke-4 dan diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Rangkaian acara ini diselenggarakan mulai tanggal 24 Agustus 1962 hingga 4 September 1962 dan diikuti oleh 1.460 atlet yang datang dari 16 negara, dengan memperebutkan 381 medali dari 15 cabang olahraga yang dipertandingkan. 
Pada Asian Games 1962 ini, Indonesia sebagai tuan rumah tidak mengundang tim dari Israel dan Taiwan yang merupakan anggota Federasi Asian Games. Hal ini dilakukan untuk menghormati negara-negara Arab dan Republik Rakyat Tiongkok. 
Cabang-cabang olah raga yang dipertandingkan adalah sebagai berikut 
  • Atletik
  • Bulutangkis
  • Bola Basket
  • Tinju
  • Balap Sepeda
  • Menyelam 
  • Hoki
  • Sepak Bola
  • Menembak 
  • Berenang
  • Tenis Meja
  • Tenis Lapangan
  • Bola Voli 
  • Polo Air 
  • Gulat
Indonesia dalam Asian Games kali ini berada di peringkat 2 klasemen perolehan medali dengan raihan 11 medali emas, 12 medali perak dan 28 medali perunggu. Adapun Jepang berada di peringkat pertama dengan 73 medali emas, 56 medali perak dan 23 medali perunggu.

Prangko : Peringatan Seri "Asian Games IV" Seri I
Tanggal Penerbitan : 24 March 1962

TAHUN 1957

PENDERITA TJATJAT MINTA PERHATIAN


PENDERITA TJATJAT MINTA PERHATIAN

Demi mengumpulkan bantuan dana yang diperuntukkanbagi penderita cacat, maka pemerintahan pada saat itu melakukan berbagai cara. Salah satu diantaranya adalah menarik sumbangan dari penjualan prangko. 
Saat ini banyak yayasan-yayasan yang menaungi penderita cacat. Melalui yayasan tersebut bantuan-bantuan yang mengalir akan bisa disalurkan ke penerima yang benar. Rehabilitasi mental dan pendidikan adalah satu hal yang mutlak yang harus ditangani oleh yayasan tersebut.

Prangko : Seri "PENDERITA TJATJAT MINTA PERHATIAN"
Tanggal Penerbitan : 26 Maret 1957

Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah

TAHUN 1962

GARUDA INDONESIA AIRWAYS

INAUGURAL FLIGHT TO TOKYO


GARUDA INAUGURAL FLIGHT TO TOKYO

GARUDA INAUGURAL FLIGHT TO TOKYO
Sampul Peringatan : Garuda Indonesia Airways, Inaugural Flight to Tokyo
Tanggal Penerbitan : 24 Maret 1962

Kamis, 29 Januari 2015

TAHUN 1962 

MASJID ISTIQLAL




Masjid Istiqlal adalah masjid nasional negara Republik Indonesia yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.
Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.
Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.
Pada tiap hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad dan Isra dan Mi'raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional (TVRI) dan sebagian televisi swasta.

Prangko Seri "Majid Istiqlal "
Tanggal Penerbitan : 22 Februari 1962 

Minggu, 25 Januari 2015

TAHUN 1962

R A M A Y A N A


RAMAYANA

RAMAYANA

RAMAYANA

RAMAYANA
 
RAMAYANA

Cerita Ramayana
Kisah Ramayana diawali dengan adanya seseorang bernama Rama, yaitu putra mahkota Prabu Dasarata di Kosala dengan ibukotanya Ayodya. memiliki tiga saudara bernama Barata, Laksmana dan Satrukna. Rama lahir dari isteri pertama Dasarata bernama Kausala, Barata dari isteri keduanya bernama Kaikeyi serta Laksmana dan Satrukna dari isterinya ketiga bernama Sumitra. Mereka hidup rukun.

Sejak remaja, Rama dan Laksmana berguru kepada Wismamitra sehingga menjadi pemuda tangguh. Rama kemudian mengikuti sayembara di Matila ibukota negara Wideha. Berkat keberhasilannya menarik busur pusaka milik Prabu Janaka, ia dihadiahi putri sulungnya bernama Sinta, sedangkan Laksmana dinikahkan dengan Urmila, adik Sinta.

Setelah Dasarata tua, Rama yang direncanakan untuk menggantikannya menjadi raja, gagal setelah Kaikeyi mengingatkan janji Dasarata bahwa yang berhak atas tahta adalah Barata dan Rama harus dibuang selama 15 (lima belas) tahun. Atas dasar janji itulah dengan lapang dada Rama pergi mengembara ke hutan Dandaka, meskipun dihalangi ibunya maupun Barata sendiri. Kepergiannya itu diikuti oleh Sinta dan Laksmana.

Namun kepergian Rama membuat Dasarata sedih dan akhirnya meninggal. Untuk mengisi kekosongan singgasana, para petinggi kerajaan sepakat mengangkat Barata sebagai raja. Tapi ia menolak, karena menganggap bahwa takhta itu milik Rama, sang kakak. Untuk itu Barata disertai parajurit dan punggawanya, menjemput Rama di hutan. Saat ketemu kakaknya, Barata sambil menangis menuturkan perihal kematian Dasarata dan menyesalkan kehendak ibunya, untuk itu ia dan para punggawanya meminta agar Rama kembali ke Ayodya dan naik takhta. Tetapi Rama menolak serta tetap melaksanakan titah ayahandanya dan tidak menyalahkan sang ibu tiri, Kaikeyi, sekaligus membujuk Barata agar bersedia naik takhta. Setelah menerima sepatu dari Rama, Barata kembali ke kerajaan dan berjanji akan menjalankan pemerintahan sebagai wakil kakaknya.

Banyak cobaan yang dihadapi Rama dan Laksmana, dalam pengembaraannya di hutan. Mereka harus menghadapi para raksasa yang meresahkan masyarakat di sekitar hutan Kandaka itu. Musuh yang menjengkelkan adalah Surpanaka, raksesi yang menginginkan Rama dan Laksmana menjadi suaminya. Akibatnya, hidung dan telinga Surpanaka dibabat hingga putus oleh Laksmana. Dengan menahan sakit dan malu, Surpanaka mengadu kepada kakaknya, yaitu Rahwana yang menjadi raja raksasa di Alengka, sambil membujuk agar Rahwana merebut Sinta dari tangan Rama. Dengan bantuan Marica yang mengubah diri menjadi kijang keemasan, Sinta berhasil diculik Rahwana dan dibawa ke Alengka.

Burung Jatayu yang berusaha menghalangi, tewas oleh senjata Rahwana. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Jatayu masih sempat mengabarkan nasib Sinta kepada Rama dan Laksmana yang sedang mencarinya. Dalam mencari Sinta, Rama dan Laksamana berjumpa pembesar kera yang bernama Sugriwa dan Hanuman. Mereka mengikat persahabatan dalam suka dan duka. Dengan bantuan Rama, Sugriwa dapat bertahta kembali di Kiskenda setelah berhasil mengalahkan Subali yang lalim. Setelah itu, Hanuman diperintahkan untuk membantu Rama mencari Sinta. Dengan pasukan kera yang dipimpin Anggada, anak Subali, mereka pergi mencari Sinta.

Atas petunjuk Sempati, kakak Jatayu, mereka menuju ke pantai selatan. Untuk mencapai Alengka, Hanuman meloncat dari puncak gunung Mahendra. Setibanya di ibukota Alengka, Hanuman berhasil menemui Sinta dan mengabarkan bahwa Rama akan segera membebaskannya. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman melapor kepada Rama. Strategi penyerbuan pun segera disusun. Atas saran Wibisana, adik Rahwana yang membelot ke pasukan Rama, dibuatlah jembatan menuju Alengka. Setelah jembatan jadi, berhamburanlah pasukan kera menyerbu Alengka. Akhirnya, Rahwana dan pasukannya hancur. Wibisana kemudian dinobatkan menjadi raja Alengka, menggantikan kakaknya yang mati dalam peperangan.

Setelah berhasil membebaskan Sinta, pergilah Rama dan Sinta serta Laksmana dan seluruh pasukan (termasuk pasukan kera) ke Ayodya. Setibanya di ibukota negera Kosala itu, mereka disambut dengan meriah oleh Barata, Satrukna, para ibu Suri, para punggawa dan para prajurit, serta seluruh rakyat Kosala. Dengan disaksikan oleh mereka, Rama kemudian dinobatkan menjadi raja.

Kisah Cinta Rama Dan Sinta

Dikisahkan di sebuah negeri bernama Mantili ada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Shinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya yaitu Shinta, dan akhirnya sayembara mencabut busur panah dewa wisnu itu dimenangkan oleh Putera Mahkota Kerajaan Ayodya, yang bernama Raden Rama Wijaya. Namun dalam kisah ini ada juga seorang raja Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana, yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Shinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Sri. Dari penglihatan Rahwana, Shinta dianggap sebagai titisan Dewi Sri yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Shinta dan disertai Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka, si raksasa Prabu Rahwana mengintai mereka bertiga, khususnya Shinta. Rahwana ingin menculik Shinta untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri, dengan siasatnya Rahwana mengubah seorang hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana. Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang ‘jadi-jadian' itu, karena Dewi Shinta menginginkannya. Dan memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedang Shinta dan Lesmana menunggui


Dalam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Shinta mulai mencemaskan Rama, maka meminta Lesmana untuk mencarinya. Sebelum meninggalkan Shinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Shinta yaitu dengan membuat lingkaran magis. Dengan lingkaran ini Shinta tidak boleh mengeluarkan sedikitpun anggota badannya agar tetap terjamin keselamatannya, jadi Shinta hanya boleh bergerak-gerak sebatas lingkaran tersebut. Setelah kepergian Lesmana, Rahwana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal karena ada lingkaran magis tersebut. Rahwana mulai cari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang pertapa bernama brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Shinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Shinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah, secara tidak sadar Shinta telah melanggar ketentuan lingkaran magis yaitu tidak diijinkan mengeluarkan anggota tubuh sedikitpun! Saat itu juga Rahwana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Shinta keluar dari lingkaran. Selanjutnya oleh Rahwana, Shinta dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Shinta. Jatayu dapat mengenali Shinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rahwana.



Disaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang itu berubah kembali menjadi raksasa. Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat yang bersamaan Lesmana berhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Shinta ditinggal sendirian, namun sesampainya Shinta tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa yang menculik Shinta adalah Rahwana! Setelah menceritakan semuanya akhirnya si burung garuda ini meninggal.



Mereka berdua memutuskan untuk melakukan perjalanan ke istana Rahwana dan ditengah jalan mereka bertemu dengan seekor kera putih bernama Hanuman yang sedang mencari para satria guna mengalahkan Subali. Subali adalah kakak dari Sugriwa paman dari Hanuman, Sang kakak merebut kekasih adiknya yaitu Dewi Tara. Singkat cerita Rama bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Pada kesempatan itu pula Rama menceritakan perjalanannya akan dilanjutkan bersama Lesmana untuk mencari Dewi Shinta sang istri yang diculik Rahwana di istana Alengka. Karena merasa berutang budi pada Rama maka Sugriwa menawarkan bantuannya dalam menemukan kembali Shinta, yaitu dimulai dengan mengutus Hanuman persi ke istana Alengka mencari tahu Rahwana menyembunyikan Shinta dan mengetahui kekuatan pasukan Rahwana.



Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Shinta menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Shinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga berusaha membujuk Shinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan ‘memaksa' Shinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya yaitu ingin membunuh Shinta namun dapat dicegah oleh Trijata. Di dalam kesedihan Shinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. Setelah kehadirannya diketahui Shinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama. Setelah selesai menyampaikan maskudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Karena marahnya Hanuman akan dibunuh tetapi dicegah oleh Kumbakarna adiknya, karena dianggap menentang, maka Kumbakarna diusir dari kerjaan Alengka. Tapi akhirnya Hanuman tetap dijatuhi hukuman yaitu dengan dibakar hidup-hidup, tetapi bukannya mati tetapi Hanuman membakar kerajaan Alengka dan berhasil meloloskan diri. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman menceritakan semua kejadian dan kondisi Alengka kepada Rama. Setelah adanya laporan itu, maka Rama memutuskan untuk berangkat menyerang kerajaan Alengka dan diikuti pula pasukan kera pimpinan Hanuman.

Setibanya di istana Rahwana terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Alengka dipimpin oleh Indrajid. Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajit. Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja.Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya. Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pad akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahmana mati kena panah pusaka Rama dan dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Hanuman.

Setelah semua pertempuran yang dasyat itu dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhinya mereka kembali ke istana Ayodya dan memimpin Negara itu.*)

*) www.anehdidunia.com/

Seri Ramayana
Tanggal Penerbitan : 15 Januari 1962

Selasa, 20 Januari 2015

Tahun 1964

ANGKATAN LAUT RI - MENJAMBUT HARI ARMADA






Prangko Peringatan : Seri "ANGKATAN LAUT RI"
Tanggal Penerbitan : 5 Oktober 1964
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah

Koleksi ini saya dapatkan di kantor pos pusat Jakarta sekitar tahun 2000, harganya tidak cukup mahal tetapi saya sungguh tidak mengingatnya berapa rupiah uang yang saya keluarkan untuk koleksi ini. Tiada catatan lebih lanjut yang saya punya mengenai koleksi ini karena seri ini diterbitkan sebelum tahun kelahiran saya. Sayangnya, saya belum memiliki perangko-nya.

Senin, 19 Januari 2015

Tahun 1955

10 TAHUN INDONESIA MERDEKA


10 TAHUN INDONESIA MERDEKA


Tidak terlalu banyak catatan peristiwa penting yang bisa ditemukan pada tahun 1955. Yang jelas pada masa itu pemerintahan belum begitu stabil. Sistem pemerintahan yang dipakai mengharuskan anggota kabinet untuk mendapatkan dukungan dari pihak parlemen (sistem parlementer). Jika ada ketidakcocokan antara anggota kabinet dan anggota parlemen maka bisa dipastikan kabinet tersebut tidak akan berumur panjang.
Pada dekade tersebut juga ditandai dengan maraknya pemberontakan di berbagai daerah di Indonesia di antaranya Pemberontakan Kahar Muzakar, pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah, Pemberontakan di Aceh hingga perpecahan di tubuh TNI.


Prangko : Seri "10 TAHUN INDONESIA MERDEKA"
Tanggal Penerbitan : 17 Agustus 1955
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah 


Kamis, 15 Januari 2015

TAHUN 1955

JAMBORE NASIONAL I

JAMBORE NASIONAL I
JAMBORE NASIONAL

Jambore Nasional adalah Pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk  perkemahan  besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat ranting sampai tingkat Nasional. Peserta Jambore Nasional adalah para Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia yang yang merupakan utusan dari masing masing Kwartir Daerah. Sedangkan anggota pramuka yang tidak dapat mengikuti kegiatan di Tingkat Nasional dapat menyelengarakan kegiatan Jambore di wilayahnya masing –masing yang disebut dengan kegiatan Ikut Serta Jambore Nasional (ITA JAMNAS). Jambore Nasional juga mengundang peserta dari Negara-negara lainnya.
Jambore Nasional ( disingkat, Jamnas)  pertama kali diselenggarakan tahun 1955 di wilayah Ragunan Jakarta Selatan (Saat itu masih menggunakan nama Kepanduan), Jambore Nasional baru kemudian dilaksanakan kembali di tahun 1973. Pada pertemuan diskusi yang dilakukan pada kegiatan Jamnas 1973 menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan Jambore Nasional dilaksanakan secara periodik/ berlanjut. Untuk menindak lanjuti dari hasil diskusi tersebut maka Kwarnas mengeluarkan Petunjuk Penyelenggaraan Perkemahan Besar Penggalang. Hasilnya adalah waktu penyelenggaraan Jamnas diadakan setiap 4 tahun sekali, terhitung dari tahun 1973 dan selanjutnya pada tahun 1977 yang diselenggarakan di Sibolangit, Sumatera utara. Pada Tahun 1981 dilaksanakan di Cibubur bertepatan pula dengan Jambore Asia-Pacific VI.Namun setelah itu Jambore nasional diadakan setiap 5 tahun sekali sampai sekarang.

Sumber : www.pramuka.net

Prangko Seri Jambore Nasional I 1955
Tanggal Penerbitan : 27 Juni 1955


Selasa, 13 Januari 2015

Tahun 1996

SENSUS EKONOMI 1996

THE 1996 ECONOMIC  CENCUS


SENSUS EKONOMI 1996
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan besar yang diselenggarakan Pemerintah melalui Biro Pusat Statistik. Kegiatan utamanya ialah melakukan pencacahan setiap unit usaha ekonomi yang terdapat di Indonesia, kecuali sektor pertanian.
Sensus ekonomi 1996 mencakup seluruh perusahaan/unit kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan di wilayah Indonesia, termasuk perusahaan asing baik berskala besar, menengah, kecil maupun usaha rumah tangga.
Kegiatan usaha yang tercakup dalam Sensus Ekonomi 1996 terdiri atas sektor:
- Pertambangan dan penggalian
- Industri pengolahan
- Listrik, gas dan air
- Bangunan/konstruksi
- Perdagangan besar, perdagangan eceran, rumah makan dan akomodasi
- Angkutan, pergudangan dan komunikasi
- Keuangan, asuransi dan jasa perusahaan
- Jasa kemasyarakatan, jasa sosial dan jasa perseorangan.
Sensus Ekonomi 1996 dimaksudkan untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat yang diperlukan untuk merencanakan, melaksanakan serta mengawasi Pembangunan Nasional.
Sensus Ekonomi kali ini merupakan yang kedua kalinya, sedangkan sensus ekonomi yang pertama dilakukan tahun 1986. *)
===============================================================
THE 1996 ECONOMIC CENSUS
Economic census is an significant measure conducted by the Central Bureau of Statistics on behalf of the Goverment.
Its major activities is to encompass all economic sectors nation wide, except agriculture.
The 1996 Economic Cencus encompasses all legal business entities, including foreign companies operated in Indonesia. The cencus examines lage, middle and small businesses as well as home industries.
The 1996 Economic Cencus covers the following sectors:
- Mining activities
- Manufacturing industries
- Electricity, gas and water
- Constructions
- Wholesalers, retailers, restaurants and accomodations
- Transportation, warehousing and communications
- Finance, insurance and other services
The 1996 Economic cencus is aimed at collecting complete and accurate economic data which is needed for planning, implementation and supervision of national development.
The 1996 Economic cencuss is the second economic survey which is conducted by the central Bureau of Statistics so far. The first economic cencus was held in 1986. *)

*) Disadur dari Sampul Hari Pertama  "Sensus Ekonomi 1996", terbit tanggal 02 Januari 1996

Prangko : Prangko Istimewa "Sensus Ekonomi 1996"
Tanggal Penerbitan : 02 Januari 1996

Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama 
Jumlah Koleksi : 1 buah



Minggu, 11 Januari 2015

TAHUN 1964

SAMPUL PERINGATAN - SATU TAHUN ROKET PERTAMA INDONESIA





Sampul Peringatan : Satu Tahun Roket Pertama Indonesia
Tanggal Penerbitan : 24 Agustus 1964

Sabtu, 10 Januari 2015

TAHUN 1966

SAMPUL PERINGATAN : 20 TAHUN BANDUNG LAUTAN API




Sampul Peringatan : Seri  20 tahun Bandung Lautan Api
Tanggal penerbitan : 24 Maret 1966

Tahun 1956

ASIAN-AFRICAN STUDENT CONFERENCE 

 


Asia Africa Student Conference


Pada tanggal 30 Mei - 7 Juni 1956, Bandung menjadi tuan rumah untuk Konferensi Mahasiswa Asia Afrika (KMAA) yang diikuti oleh 28 negara. Seharusnya penyelenggaraan diadakan pada tanggal 26 Mei, tetapi pihak panitiaa mengalami kesulitan karena belum lengkapnya negara-negara yang memastikan diri hadir. Panitia konferensi ini terdiri dari  5 negara yaitu Indonesia, Jepang, Filipina, Mesir dan RRC. Sedangkan negara yang diundang adalah 46 negara. Wakil-wakil dari Tunisa, Madagaskar, Sudan dan Monaco adalah kontingen-kontingen yang pertama datang ke kota Bandung. Terpilih sebagai Ketua KMAA adalah Agusdin Aminoedin, yang juga menjadi Ketua Perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia. Konferensi ini dibuka pada 30 Mei 1956 di Gedung Bioskop Varia, sementara sidang-sidangnya berlangsung di Gedung Merdeka. *)

*) Dirangkum dari : Tulisan Irvan Sjafari di Kompasiana.com 

Prangko : Seri "ASIAN-AFRICAN STUDENTS CONFERENCE"
Tanggal Penerbitan : 26 Mei 1956
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah
Koleksi ini diperoleh pada tanggal 14 Januari 2015 dari Bp. Iwan Widianto di Sidoarjo dengan harga Rp. 20.000 

TAHUN 1964

THOMAS CUP






PIALA THOMAS

Piala Thomas adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu pria yang diadakan setiap dua tahun sekali. Nama kejuaraan ini berasal dari nama Sir George Alan Thomas, mantan Presiden IBF dan pemain bulu tangkis dari Inggris yang menyumbangkan piala tersebut pada tahun 1939.
Piala Thomas adalah kejuaraan tertua yang diadakan oleh IBF. Kejuaraan yang pertama diadakan pada tahun 1948-1949. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 10 negara: Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Bosnia, Amerika Serikat, India, Malaya, dan Swedia. Sepanjang sejarahnya, hanya empat negara yang pernah menjadi juara: Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia (Malaya), dan Indonesia serta Jepang yang meraih untuk pertama kalinya ditahun 2014.
Piala Uber, kejuaraan beregu untuk putri dimulai pada tahun 1956 dan dilaksanakan bersamaan dengan Piala Thomas sejak 1984.
Setiap tim peserta Piala Thomas terdiri dari lima orang/pasangan (3 tunggal, 2 ganda). Juara Piala Thomas saat ini adalah Jepang, yang berhasil mengalahkan Malaysia 3-2 di partai final di New Delhi, India.
Dari Wikipedia
Prangko Peringatan : Seri THOMAS CUP III
Tanggal Penerbitan : 15 Agustus 1964



Jumat, 09 Januari 2015

PERTAMA

Hehehe...usia sudah kepala 4, tapi baru kali ini punya keinginan nge-blog..Tidak apa-apa, yang penting salah satu keinginan dalam hidup saya bisa tercapai yaitu belajar nge-blog..
Saat ini juga masih bingung apakah yang akan disampaikan di sini. Kebingungan ini berawal dari minimnya pengetahuan saya bagaimana membuat blog yang bagus. Tapi saya punya niat dan saya yakin suatu saat nanti blog saya menjadi berguna bagi saya sendiri, minimal.
Inilah postingan pertama saya di blog saya sendiri... selanjutnya saya akan belajar dulu...sampai jumpa...

Rabu, 07 Januari 2015

TAHUN 1964

HARI PEMBANGUNAN DAERAH DJAWA TENGAH 



Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati,Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah,Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.
Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan(residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.
Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
Dari Wikipedia
Sampul Peringatan : Hari Pembangunan Daerah Djawa Tengah
Tanggal Penerbitan : 2 Juli 1964

Selasa, 06 Januari 2015

TAHUN 1964 

PEKAN RAYA NEW YORK




Prangko : PEKAN RAYA NEW YORK
Tanggal Penerbitan : 16 Mei 1964

Senin, 05 Januari 2015

TAHUN 1964

PAMERAN PERANGKO PENERBANGAN NASIONAL REP. INDONESIA




Sampul Peringatan : Pameran Perangko Penerbangan Nasional
Tanggal Penerbitan : 10 April 1964

TAHUN 1956

UNTUK ORANG BUTA



Prangko Seri : Untuk Orang Buta
Tanggal Penerbitan : 04 Januari 1956

Sabtu, 03 Januari 2015

TAHUN 1964 

100 TH. PRANGKO DI INDONESIA






Sejarah Perangko Indonesia dimulai pada 1 April 1864, ketika pertama kali cap Hindia Belanda dikeluarkan. Secara umum, sejarah Prangko Indonesia dibagi dalam lima periode besar yaitu:
  • Hindia Belanda
  • Pendudukan Jepang
  • Perang Kemerdekaan
  • Awal Kemerdekaan
  • Orde Baru dan sekarang


HINDIA BELANDA
Prangko pertama di Hindia Belanda dicetak di UtrechtBelanda, pada tanggal 1 April 1864. Desain prangko menunjukkan gambar Raja Willem III dari Belanda dengan nilai nominal sebesar sepuluh sen, dan dirancang oleh TW Kaiser dari Belanda. Di antara 1864 dan 1920, desain cap hanya menunjukkan gambar Raja dan Ratu Belanda, dan ada juga yang hanya ditunjukkan dalam desain tipografi. Pada tahun 1921, cap muncul di tampilan yang berbeda. Prangko seri ini dikenal sebagai seri 'Brandkast' dan secara khusus dicetak untuk melayani pos sebagai tambahan untuk mengirim surat melalui laut dan dibuat tahan air. Perangko yang diterbitkan beberapa tahun kemudian lebih sering dimulai dengan menunjukkan budaya dan geografi kepulauan. Selama periode Hindia Belanda, perangko yang dicetak di Belanda berasal dari perusahaan Yoh. Enschede & Zoner Haarlem, sedangkan beberapa percetakan dilakukan di Batavia (Jakarta) oleh Reproductieharfy van Topografiche Dienst. Sebagian besar perangko dicetak dalam satu atau dua warna.

PENDUDUKAN JEPANG
Dalam keadaan perang, pemerintah militer Jepang tidak bisa segera menerbitkan perangko baru. Solusi tercepat adalah dengan mencetak beberapa prangko Kolonial Belanda yang tersisa. Perangko definitif mulai diterbitkan pada tahun 1943, dan menunjukkan rumah-rumah tradisional, penari, kuil, dan sawah. Beberapa dirancang oleh Dick Ruhl, beberapa juga dirancang oleh Basuki Abdullah salah satu pelukis paling terkenal di Indonesia.

PERANG KEMERDEKAAN
Seperti yang terjadi sebelumnya, pemakaian prangko Hindia Belanda dan perangko dari Pendudukan Jepang masih marak dilakukan karena beberapa prangko tersebut masih disimpan di kantor pusat Telegraph dan Telepon (PTT) dan di kantor-kantor lokal yang pos lain. Prangko ini terus digunakan dengan mencetak kata-kata seperti "Repoeblik Indonesia", "Rep. Indonesia", "Rep Indonesia PTT.", "NRI" dan "RI". Prangko pertama yang dikeluarkan oleh Administrasi Pos Indonesia, dilakukan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang diterbitkan pada tanggal 1 Desember 1946. Dengan menunjukkan gamber banteng dan bendera Indonesia, untuk memperingati setengah tahun Kemerdekaan. Dicetak di Yogyakarta dengan warna tunggal dan dua warna, dan dicetak dalam teknik cetak sederhana. Sebagian besar cap Indonesia dalam periode ini dicetak dan digandakan di JakartaBandung, Yogyakarta, PematangsiantarPadangPalembang dan Aceh. Keinginan yang kuat dari Belanda untuk menjajah kembali Indonesia yang belum hilang. Setelah kegagalan aksi militer, mereka terus mengganggu kemerdekaan Indonesia. Indonesia, saat itu, mencoba untuk mencari dukungan dan pengakuan internasional. Salah satu upaya tersebut berlangsung pada tahun 1948 dengan mencetak prangko seri Revolusi oleh Staats Druckerei, atau Percetakan Negara, di WinaAustria, dan oleh percetakan uang kertas Amerika Serikat, EW Wright Co di Philadelphia, dengan menggunakan metode Photoengraving dan metode ukiran baja.

AWAL KEMERDEKAAN
Pada tahun 1954, percetakan modern pertama yang bernama "Pertjetakan Kebajoran" dibuka, saat ini adalah awal dari proses pencetakan prangko di tingkat kabupaten. Desainer lokal muncul, seperti Amat bin DjupriKurnia & KokJunalies dan lain lain. Pada periode ini, pemerintah memerintahkan desain cap dan produksi untuk Pertjetakan Kebajoran, maka PTT memiliki kewajiban untuk menyalurkan prangko untuk setiap kantor pos di daerah.

ORDE BARU DAN SEKARANG
Pada periode ini pemerintah untuk mengumumkan Rencana Pembangunan Lima Tahun, dan pemerintah mengeluarkan prangko relatif besar dalam jumlah dengan berbagai tema. Tema umum untuk prangko yang dikeluarkan di bawah Orde Baru diambil dari pertumbuhan dan pembangunan nasional dan terkait dengan beberapa kegiatan sosial seperti seni, budaya dan pariwisata. Tema-tema ini dapat diatur dalam klasifikasi sebagai berikut:
  1. Pertanian
  2. Industri
  3. Perhubungan dan Komunikasi
  4. Perdagangan, Koperasi dan Usaha
  5. Tenaga kerja dan Hak Asasi Manusia
  6. Kependudukan dan Keluarga Berencana
  7. Kesejahteraan Sosial
  8. Perempuan, Anak dan Kesehatan Masyarakat
  9. Generasi muda dan Olahraga
  10. Pendidikan dan Informasi
  11. Kebudayaan dan Pariwisata
  12. Politik, Hukum, Keamanan Nasional dan Hubungan Luar Negeri
  13. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Lingkungan Hidup
  14. Ilmu dan Teknologi
  15. Agama dan Kepercayaan
Titik sejarah yang pertama dimulai dengan menjadikan perangko sebagai bukti pembayaran biaya ongkos kirim pos, dan pada akhirnya perangko mulai melakukan berbagai misi dan fungsi. Kemudian, perangko dicetak di Peruri (Perusahaan Percetakan Indonesia) hasil dari penggabungan dua perusahaan negara, PN Pertjetakan Kebajoran dan PN Artha Djaja (The State Mint).

Dari Wikipedia


Prangko Peringatan Seri 100 tahun prangko di Indonesia
Tanggal Penerbitan : 1 April 1964