Tampilkan postingan dengan label Tahun 1958. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahun 1958. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2015

TAHUN 1958 

HAK-HAK MANUSIA


Universal Declaration of Human Rights (Isi Pernyataan Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia) antara lain mencantumkan, bahwa setiap orang mempunyai hak :
  1. Hidup
  2. Kemerdekaan dan keamanan badan
  3. Diakui kepribadiannya
  4. Memperoleh pengakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana, seperti diperiksa di muka umum, dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah
  5. Masuk dan keluar wilayah suatu Negara
  6. Mendapatkan asylum
  7. Mendapatkan suatu kebangsaan
  8. Mendapatkan hak milik atas benda
  9. Bebas mengutarakan pikiran dan perasaan
  10. Bebas memeluk agama
  11. Mengeluarkan pendapat
  12. Berapat dan berkumpul
  13. Mendapat jaminan sosial
  14. Mendapatkan pekerjaan
  15. Berdagang
  16. Mendapatkan pendidikan
  17. Turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat
  18. Menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan*)
*) Dari Wikipedia

Prangko : Seri "HAK-HAK MANUSIA" 
Tanggal Penerbitan : 10 Desember 1958
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah


Selasa, 31 Maret 2015

TAHUN 1958 

TOUR de JAVA I

TOUR DE JAVA I

Sejak dahulu, sepeda sudah menjadi alat transportasi umum yang sangat terkenal. Sejak ditemukannya sepeda (dengan rantai dan gerigi) pertama kalinya oleh orang Inggris bernama J.K. Starley pada tahun 1885, sepeda menjadi alat transportasi wajib. Karena selain mudah dan praktis, sepeda pun tak memerlukan bahan bakar. Sejak saat itu pulalah kemudian bermunculan banyak penciptaan-penciptaan model sepeda baru. Hal ini kemudian memicu lahirnya kompetisi lomba balap sepeda. Namun saat itu, kompetisi balap sepeda hanya ada di Inggris, Belanda, Prancis, dan negara-negara industri Eropa lainya yang notabene adalah negara cikal-bakalnya sepeda.
Ekspansi negara-negara eropa ke berbagai belahan dunia (termasuk Indonesia) lah yang kemudian turut menyebarkan tren sepeda ke seluruh dunia. Sepeda kemudian menjadi sangat terkenal di semua negara, terutama negara-negara jajahan Eropa yang selama ini belum terlalu mengenal sepeda (karena transportasi mereka umumnya masih menggunakan gerobak atau kereta kuda). Salah satu negara jajahan yang mempunyai tren bersepeda yang cukup tinggi adalah Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh penjajahan Inggris dan Belanda yang cukup lama. Tercatat di akhir abad 18, banyak bangsawan Indonesia yang telah mempunyai sepeda (saat itu sepeda adalah barang yang sangat mahal, sehingga tek semua orang bisa membelinya, hanya para bangsawan dan orang-orang terpandang saja yang mampu membelinya). Barulah pada awal abad 19 (masa penjajahan belanda sebelum perang dunia kedua), sepeda mulai bisa dimiliki oleh orang biasa karena adanya eksport sepeda besar-besaran dari Inggris dan belanda. Hal ini kemudian memacu munculnya komunitas-komunitas sepeda dan kompetisi balap sepeda di kalangan pribumi. Balap sepedpun kemudian menjadi tren yang mumpuni di kalangan rakyat Indonesia. Saat itu, Semarang dan Bandung menjadi pusat tren sepeda di Indonesia. Bahkan tercatat dua orang arsitek Belanda yang bernama Ooiman dan Van Leuwen membuat velodrom atau tempat khusus untuk balap sepeda di Semarang. Perkembangan balap sepeda di Indoensia makin maju setelah banyak perusahaan-perusahaan Asing dan semi Indo yang mau membiayai even-even balap sepeda. Bahkan saat itu sudah lazim pembalap sepeda dibiayai oleh perusahaan-perusahaan seperti Tropical, Triumph, Hima, Mansonia, dan perusahaan-perusahaan ekspatriat lainya. Walaupun saat masa penjajahan Jepang kegiatan yang berhubungan dengan sepeda sempat terhenti, namun pasca kemerdekaan, Sepeda ngetren kembali. Bahkan tahun 1948, sudah ada klub sepeda asal bandung bernama Super Jet yang kemudian berubah nama menjadi sangkuriang. Hal ini kemudian banyak menginspirasi daerah-daerah lain untuk mendirikan klub sepeda, diantaranya Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Jakarta, dll. 
Perkembangan balap sepeda ini kemudian makin gemilang setelah bandung berhasil membuat even balap sepeda bertaraf Internasional, yaitu Tour de Java 1 pada tahun 1958, Asal tahu saja, even ini adalah even lomba balap sepeda pertama di Asia, jadi bisa dibilang, Indonesialah pelopor lomba balap sepeda di Asia. Dalam lomba itu, menempuh rute bandung-Surabaya-Bandung dengan total jarak tempuh hampir 2000 km dan terbagi dalam 18 etape. *)
*) http://sekedar-tahu.blogspot.com/

Prangko : Seri "TOUR de JAVA I" 
Tanggal Penerbitan : 15 Nov 1958
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah


Minggu, 29 Maret 2015

TAHUN 1958

TAHUN GEOFISIK INTERNATIONAL

TAHUN GEOFISIK INTERNATIONAL

Tahun Geofisika Internasional (TGI) adalah sebuah proyek ilmiah internasional yang berlangsung dari 1 Juli 1957, sampai dengan 31 Desember 1958. Ini menandai akhir dari periode panjang selama Perang Dingin ketika pertukaran ilmuwan antara Timur dan Barat telah dihentikan. Meninggalnya Joseph Stalin pada tahun 1953 membuka jalan bagi era baru kolaborasi. Enam puluh tujuh negara berpartisipasi dalam proyek-proyek TGI, meskipun satu pengecualian adalah Cina daratan, yang memprotes keikutsertaan Republik China (Taiwan). Timur dan Barat sepakat untuk mencalonkan orang Belgia Marcel Nicolet sebagai sekretaris jenderal organisasi internasional terkait.
Uni Soviet dan Amerika Serikat meluncurkan satelit buatan untuk acara ini, Uni Soviet Sputnik 1, diluncurkan pada tanggal 4 Oktober 1957, adalah satelit buatan pertama yang sukses. Prestasi penting lainnya dari TGI adalah penemuan sabuk radiasi Van Allen dan penemuan pegunungan bawah laut di tengah laut, konfirmasi penting lempeng tektonik. Juga terdeteksi adalah kejadian langka radiasi matahari corpuscular keras yang bisa sangat berbahaya bagi penerbangan antariksa berawak. *)
*) Dari Wikipedia

 

Prangko : Seri "Tahun Geofisik International" 
Tanggal Penerbitan : 15 Oktober 1958
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama

Jumlah Koleksi : 1 buah

Jumat, 27 Maret 2015

TAHUN 1958
THOMAS CUP



Tonggak Sejarah Prestasi Bulu Tangkis Indonesia (Thomas Cup 1958)


Sejenak mengenang sejarah prestasi bulutangkis Indonesia di dunia, maka tak lepas dari ferry Sonnevil , Tan Joe Hok, Njo kiem Bie, Tan King Gwa dan Eddy Jusuf, mungkin nama tersebut agak asing, apalagi untuk generasi muda saat ini. Tapi dari tangan merekalah tonggak penting prestasi bulutangkis Indonesia ditancapkan. Mereka adalah pemain Indonesia saat merebut Thomas Cup yang pertama kali pada tahun 1958.
INDONESIA JUARA DUNIA
Datang sebagai negara yang tidak diperhitungkan dalam peta kekuatan bulutangkis dunia saat itu, Indonesia telah membuat kejutan dengan mengalahkan Denmark 6-3 dan Muangthai 8-1 di babak interzone dan berhak melawan malaya yang telah menunggu sebagai juara bertahan di babak challenge round.
Pada saat sebelun undian pertandingan dilangsungkan pada tanggal 12 Juni 1958 sore hari di Ocean Park Hotel, dimana pemain-pemain Indonesia menginap selama interzone dan Challenge round Thomas Cup, Indonesia merubah susunan salah satu pemain gandanya, Indonesia menggantikan Lie Po Djian dengan Ferry Sonnevil.
Hasil Undian lengkap antara Indonesia Vs Malaya adalah sebagai berikut:
Malam pertama tanggal 14 Juni 1958:
Single : Ferry Sonneville Vs Eddy Chong
Tan Joe Hok Vs The Kew san
Doubles : Njoo Kiem Bie/Tan King Gwan Vs Johny Heah/Lim Say Hup
Ferry Sonnevile/Tan Joe Hok Vs Oei Teik Hock/Eddy Chomg
Malam Kedua, tanggal 15 juni 1958
Single : Tan Joe Hok Vs Eddy Chong
Ferry Sonnevile Vs the Kew san
Eddy Jusuf Vs Abdullah Piruz
Doubles : Njoo Kiem Bie/Tan King Gwan Vs Oei Teik Hock/Eddy Chong
Ferry Sonneviile/tan Joe Hok Vs Johny heah/Say Hup
Telah ditetapkan, bahwa semua pertandingan akan dipimpin oleh wasit-wasit Malaya, sedang hakim garis dan service judge diisi oleh pemain dan offisial dari Denmark, Muangthai dan Amerika Serikat.
Semua wartawan dan pengamat bulutangkis malaya dan singapura sepakat untuk menjagokan malaya kembali juara, semua kemenangan Tan Joe Hok betapa cemerlangpun dianngap belum begitu berarti untuk dapat menandingi mantan juara dunia Eddy Chong.
Akan tetapi ferry Sonneville membuktikan kembali kepada dunia, bahwa ia memang lebih kuat daripada Eddy Chong, bekas juara All England beberapa tahun berturut-turut(1953, 1954, 1956, 1957) dan merupakan harapan rakyat Malaya. Ferry membawa Indonesia Menang 3-1 di malam pertama.
Hasil pertandingan Malam pertama tanggal 14 Juni 1958:
Single : Ferry Sonneville Vs Eddy Chong (15-12, 15-4)
Tan Joe Hok Vs The Kew san (18-14, 15-3)
Doubles : Njoo Kiem Bie/Tan King Gwan Vs Johny Heah/Lim Say Hup (7-15, 15-5, 18-15)
Ferry Sonnevile/Tan Joe Hok Vs Oei Teik Hock/Eddy Chomg (15-18, 5-15 )
Pada tanggal 15 juni 1958 Tan Joe Hok membuka malam pertandingan challenge round yang kedua dengan keunggulan 3-1. Pada awal set pertama Eddy Chong tunggal pertama Malaya seakan mampu menggagalkan kemenangan Indonesia. Permainannya sebagai juara dunia seakan telah kembali, permainanya telah menyulitkan Tan Joe Hok. Tetapi perlawanan Eddy chong hanya sampai pada poin 11 saja pada set pertama pertandingan pembuka itu.
Hasil pertandingan Malam Kedua, tanggal 15 juni 1958
Single : Tan Joe Hok Vs Eddy Chong (15-11, 15-6)
Ferry Sonnevile Vs the Kew san (13-15, 15-13, 18-16)
Eddy Jusuf Vs Abdullah Piruz (6- 15, 15-10, 15-8)
Doubles : Njoo Kiem Bie/Tan King Gwan Vs Oei Teik Hock/Eddy Chong (15-13, 9-15, retired)
Ferry Sonneviile/tan Joe Hok Vs Johny heah/Say Hup (1-15, 1-15)
Pada partai ganda pertama di set ke tiga Njoo Kiem Bie tidak dapat melanjutkan pertandingan karena cidera pada otot pundaknya, sehinnga harus mengundurkan diri.
Indonesia telah memenangkan pertandingan Challenge round atas juara bertahan malaya, dengan skor 6-3, dan pada malam itu juga kapten tim Indonesia Rameli Rikin, dengan bangga menerima piala Thomas Cup dari tangan Sir William Goode, Gubernur Singapura, sebelum itu lagu kebangsaan Indonesia raya dikumandangkan oleh suatu orkes tentara Inggris. Heah Joe Seang (ketua BAM), D.L. Bloomer, wakil ketua IBF memberikan kata sambutan pendek dan mengucapkan selamat atas suksesnya Indonesia, Bloomer memberikannya juga atas nama Sir George Thomas yang karena alasan kesehatan tidak dapat menghadiri dan menyaksikan interzone dan Challenge zone seperti sebelumnya.
SETELAH INDONESIA BERHASIL MEREBUT THOMAS CUP DI SINGAPURA
Betapa angkuhnya sikap wartawan-wartawan Singapura dan Malaya terhadap regu Indolnesia sebelum babak interzone dimulai, setelah Indonesia menundukan favorit denmark dan Muangthai, bahkan pada saat menjelang babak Challenge round mereka masih beranggapan bahwa Indonesia belum sampai pada tingkat bulutangkis juara bertahan Malaya. Namun, setelah Indonesia berhasil merebut piala Thomas dari tangan Malaya, maka para wartawan tersebut tidak ragu untuk memberi salut kepada pahlawan Indonesia, memuji keunggulan dan supremasinya sesuai keadaan yang sebenarnya.
Ferry Sonneville disebut sebagai pahlawan kemenangan Indonesia. Pertarungan sengitnya melawan the kew san disebut sebagai puncak dari semua pertandingan Thomas Cup di Singapura. Tan Joe Hok diibaratkan sebagai seorang manusia besi, seorang pemain yang memiliki persistency, accuracy, patience (ketekunan ketelitian dan kesabaran), dan dimata wartawan lain, Tan Joe Hok adalah unyelding, unrufflet, dan underfeated (pantang menyerah, tak terkoyakan dan tak terkalahkan). Seorang pemain dengan “poker face” yang bermain seperti manusia robot, satu-satunya sifat kemanusiaannya adalah mengusap-usap rambutnya yang pendek setiap mendapat poin.
Nyoo Kiem Bie Tan King Gwan adalah kombinasi yang kuat, permainan defensifnya adalah “super” luar biasa baiknya, terlalu kokoh untuk lawan yang ingin menggempur dengan Smash-smahhnya. Eddy Chong kapten regu Malaya, yang dua kali berturut-turut tidak berdaya di tangan Ferry maupun Joe Hok, tampak hancur semangantnya setelah piala Thomas berpindah tangan, namun secara sportif ia menyatakan ketika ditanya oleh wartawan “ regu kita baik, tetapi pemain-pemain Indonesia memang lebih baik”.
Pada malam pesta makan untuk Tim Thomas Cup di Cathay Restaurant ketua BAM, heah Joo Seang, yang dua pekan sebelum Challenge round sudah memesan empat botol sampanye untuk dibuka pada malam pesta kemenangan regu malaya, tidak segan memasukan kecaman-kecaman pedas dan tajam pada pemainnya yang gagal ke dalam pidato sambutannya. Sampai-sampai Eddy Chong yang merasa tersinggung tanpa terkendali lagi menangis tersedu-sedu.
TIBA DI TANAH AIR
Sebuah panitia khusus yang terdiri dari wakil-wakil berbagai instansi dan jawatan ibukota yang diketuai oleh Abdulwahab Djojohadikusumo menyambut kedatangan pahlawan Thomas Cup di bandara kemayoran. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia sebuah tim olah raga karena prestasi yang dicapainya mendapat penghormatan secara nasional.
Di gelanggang Thomas Cup di Singapura mereka tabah dalam menghadapi musuh-musuh yang lebih diunggulkan. Di Kemayoran di hadapan rakyat banyak yang terus mengelu-elukannya, didepan masyarakat ibukota yang datang memberikan sambutan luar biasa, pemain kita tampak tak sanggup menahan keharuannya. Pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, air mata bercucuran membasahi pipi setiap pemain.
Sepanjang jalan dari kemayoran menuju istana merdeka puluhan ribu rakyat berkerumun mengelu-elukan para pahlawan Thomas Cup, yang dikawal oleh polisi lalu lintas. Di istana merdeka mereka diterima dan mendapat wejangan dari presiden Soekarno.
Penyambutan atas Ferry Sonneville, tan Joe Hok, dkk berlangsung sampai beberapa hari di ibukota, Bandung dan Surabaya.
Berharap Semua Ini Terulang Lagi ! 

http://olahraga.kompasiana.com/raket/2012/01/17/tonggak-sejarah-prestasi-bulu-tangkis-indonesia-thomas-cup-1958-428164.html


Prangko Seri "Thomas Cup"

Tanggal Penerbitan : 15 Agustus 1958

Kamis, 26 Maret 2015

TAHUN 1958

ANAK PIATU

ANAK PIATU - 1958
Prangko Seri : Anak Piatu
Tanggal Penerbitan : 01 Juli 1958

Rabu, 25 Maret 2015

TAHUN 1958 

HARI PENERBANGAN NASIONAL



Surat ketetapan pemerintah Indonesia No 6/SD tahun 1946 mengesahkan Tentara Keamanan Rakyat Jawatan Penerbangan sebagai Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara. Suryadi Suryadarma yang berpangkat Komodor Udara ditunjuk selaku Kepala Staf dan R. Sukarmen Martokusumo yang berpangkat Komodor Udara ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf. Pembentukan TRI-AU sebenarnya lebih merupakan peresmian karena sejak pembentukan TKR tanggal 5 Oktober 1945 sudah ada TKR Jawatan Penerbangan. Ketika TKR diubah menjadi TRI tanggal 25 Januari 1946, TKR Jawatan Penerbangan ikut menyesuaikan diri. Dengan mulai diberlakukannya SK ini, maka hari ini diperingati sebagai Hari Penerbangan Nasional. *)

*) http://perpustakaan.upi.edu
Prangko Seri :Hari Penerbangan Nasional
Tanggal Penerbitan : 09 April 1958