Kamis, 01 Januari 2015

TAHUN 1966 

PRANGKO AMAL SERI "BUNGA"




Kembang sepatu disebut juga bunga raya, adalah salah satu perdu tinggi berbunga yang selalu berbunga sepanjang tahun.  Tanaman yang mudah dijumpai di mana saja ini, memiliki bunga yang warna, bentuk, dan ukurannya beraneka ragam.  Ada yang ganda (tumpuk).  Ada yang menjuntai ke bawah, dan ada yang tegak ke atas dan ada juga yang bertangkai, dan ada yang menempel pada batang.  Semuanya berwarna cerah seperti merah, jingga, kuning, pink, putih, dan ungu.
Sekarang ini terdapat pula jenis hibrida-nya yang menghasilkan bunga campuran seperti putih dengan bagian tengah merah marun, jingga kecoklatan dan merah dengan pinggiran bunga berwarna kuning.  Bunga jenis hibrida-nya bisa bergaris tengah sampai 20 cm.  Sayangnya bunga ini hanya segar selama sehari, sore hari kelopaknya layu lalu gugur ke tanah.
Kembang sepatu termasuk tanaman tahan banting, mampu bertahan disegala cuaca dan ketinggian tanah, tetapi bunganya lebih indah di udara sejuk.  Memperbanyaknya cukup dengan stek batang atau cangkok.
Kembang sepatu bisa ditanam tersendiri atau berderet sebagai tanaman pagar.  Agar bunganya terus muncul sepanjang tahun, usahakan kena sinar matahari langsung dan cukup banyak.  Tanaman ini rentan terhadap ulat, rayap,  dan serangga lain yang biasanya melahap habis daun berikut akar tanamannya.*)
*) dari tamanraja.wordpress.com
Prangko Aman seri Bunga (Hari Sosial ke 8)
Tanggal penerbitan 10 Februari 1966

TAHUN 1964
SELAMATKAN MONUMEN NUBIA





Abu Simbel (yang bahasa Arab أبو سنبل atau أبو سمبل) adalah sebuah situs arkeologi yang terdiri dari dua kuil batu di selatan Mesir tepatnya di ujung Danau Nasser atau sejauh 290 kilometer baratdaya kota Aswan. Saat ini Abu Simbel adalah Situs Warisan Dunia UNESCO yang masuk bagian ke dalam Markah tanah Nubia, yang melingkupi dari Abu Simbel sampai ke Philae.
Kuil ini sebenarnya dipahat dari tebing batu pasir saat Firaun Ramses II masih berkuasa pada sekitar tahun 1250 SM, sebagai markah tanah terakhir untuknya dan istrinya Nefertari, untuk memperingati kemenangannya pada Pertempuran Kadesh, dan untuk menakuti tetangga Nubia.
Bagian dalam dari kuil besar (disebut juga Kuil Ramses II)) memiliki ketinggian yang menjulang hingga lebih dari 55 m (sekitar 180 kaki) dan terdiri dari serangkaian aula dan ruangan yang mengarah kepada pusat dari kuil.[1] Kuil ini diperuntukkan Firaun Ramses II bagi para dewa utama dari Heliopolis, Memphis, dan Thebes. Struktur dari kuil ini dibuat sedemikan rupa sehingga cahaya dari matahari terbit dapat menerangi patung dari 3 dewa dan Firaun Ramses II di bagian pusat dan terdalam kuil. Kuil kecil (disebut juga Kuil Nefertari) diperuntukkan Firaun Ramses II bagi ratu yang juga istrinya, Nefertari, dan dewi Hathor.
Di bagian depan dari kuil besar terdapat 4 patung duduk Firaun Ramses II, dengan tinggi masing-masing lebih dari 20 m (sekitar 65 kaki). Sedangkan patung-patung lebih kecil dari Firaun Ramses II, Nefertari, dan anak mereka menghiasi bagian depan dari kuil kecil. Terdapat sejumlah prasasti dan relief di kuil besar, sebagian menampilkan fitur sejarah yang tidak biasa. Serangkaian relief melukiskan pertempuran antara bangsa Mesir dengan Bangsa Het di Kadesh. Dua dari patung duduk Firaun Ramses II memiliki prasasti dalam bahasa Yunani yang berasal dari Abad 6 SM. Prasasti-prasasti yang ditulis oleh tentara bayaran Yunani merupakan salah satu prasasti Yunani tertua.
Abu Simbel, monumen terpenting bagi Nubia kuno, tidak diketahui keberadaannya oleh dunia barat hingga 1812, ketika kuil tersebut ditemukan oleh penjelajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt (1784-1817). Pada 1964 proyek internasional untuk menyelamatkan Abu Simbel dari peluapan Danau Nasser yang merupakan waduk bagi Bendungan Aswan dimulai. Bagian-bagian dari kuil tersebut dipisahkan, dan pada tahun 1968 dirangkai kembali di situs baru yang terletak 64 m (210 kaki) di atas sungai.
Proyek Internasional ini didanai oleh UNESCO, dan proyek dari penyelamatan Kuil ini juga merupakan cikal bakal terbentuknya Situs Warisan Dunia UNESCO, yang merupakan tempat yang dikategorikan oleh badan PBB, UNESCO sebagai tempat yang penting bagi umat manusia dan harus dilindungi sebagai sebuah Warisan oleh generasi berikutnya.

Prangko Seri : "SELAMATKAN MONUMEN NUBIA"
Tanggal Penerbitan : 8 Maret 1964
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah 

Rabu, 31 Desember 2014

TAHUN 1964 

ALAT-ALAT TRANSPORT






Prangko : Alat-alat Transportasi
Tanggal Penerbitan : 06 Februari 1964

Sabtu, 27 Desember 2014

TAHUN 1964

PRESIDEN SOEKARNO




SOEKARNO
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dr.(HC) Ir. H. Soekarno (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.[4] Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya— berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat—menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
Prangko Seri "Presiden Soekarno"
Tanggal Penerbitan : 6 Djanuari 1964