Rabu, 07 Januari 2015

TAHUN 1964

HARI PEMBANGUNAN DAERAH DJAWA TENGAH 



Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati,Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah,Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.
Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan(residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.
Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
Dari Wikipedia
Sampul Peringatan : Hari Pembangunan Daerah Djawa Tengah
Tanggal Penerbitan : 2 Juli 1964

Selasa, 06 Januari 2015

TAHUN 1964 

PEKAN RAYA NEW YORK




Prangko : PEKAN RAYA NEW YORK
Tanggal Penerbitan : 16 Mei 1964

Senin, 05 Januari 2015

TAHUN 1964

PAMERAN PERANGKO PENERBANGAN NASIONAL REP. INDONESIA




Sampul Peringatan : Pameran Perangko Penerbangan Nasional
Tanggal Penerbitan : 10 April 1964

TAHUN 1956

UNTUK ORANG BUTA



Prangko Seri : Untuk Orang Buta
Tanggal Penerbitan : 04 Januari 1956

Sabtu, 03 Januari 2015

TAHUN 1964 

100 TH. PRANGKO DI INDONESIA






Sejarah Perangko Indonesia dimulai pada 1 April 1864, ketika pertama kali cap Hindia Belanda dikeluarkan. Secara umum, sejarah Prangko Indonesia dibagi dalam lima periode besar yaitu:
  • Hindia Belanda
  • Pendudukan Jepang
  • Perang Kemerdekaan
  • Awal Kemerdekaan
  • Orde Baru dan sekarang


HINDIA BELANDA
Prangko pertama di Hindia Belanda dicetak di UtrechtBelanda, pada tanggal 1 April 1864. Desain prangko menunjukkan gambar Raja Willem III dari Belanda dengan nilai nominal sebesar sepuluh sen, dan dirancang oleh TW Kaiser dari Belanda. Di antara 1864 dan 1920, desain cap hanya menunjukkan gambar Raja dan Ratu Belanda, dan ada juga yang hanya ditunjukkan dalam desain tipografi. Pada tahun 1921, cap muncul di tampilan yang berbeda. Prangko seri ini dikenal sebagai seri 'Brandkast' dan secara khusus dicetak untuk melayani pos sebagai tambahan untuk mengirim surat melalui laut dan dibuat tahan air. Perangko yang diterbitkan beberapa tahun kemudian lebih sering dimulai dengan menunjukkan budaya dan geografi kepulauan. Selama periode Hindia Belanda, perangko yang dicetak di Belanda berasal dari perusahaan Yoh. Enschede & Zoner Haarlem, sedangkan beberapa percetakan dilakukan di Batavia (Jakarta) oleh Reproductieharfy van Topografiche Dienst. Sebagian besar perangko dicetak dalam satu atau dua warna.

PENDUDUKAN JEPANG
Dalam keadaan perang, pemerintah militer Jepang tidak bisa segera menerbitkan perangko baru. Solusi tercepat adalah dengan mencetak beberapa prangko Kolonial Belanda yang tersisa. Perangko definitif mulai diterbitkan pada tahun 1943, dan menunjukkan rumah-rumah tradisional, penari, kuil, dan sawah. Beberapa dirancang oleh Dick Ruhl, beberapa juga dirancang oleh Basuki Abdullah salah satu pelukis paling terkenal di Indonesia.

PERANG KEMERDEKAAN
Seperti yang terjadi sebelumnya, pemakaian prangko Hindia Belanda dan perangko dari Pendudukan Jepang masih marak dilakukan karena beberapa prangko tersebut masih disimpan di kantor pusat Telegraph dan Telepon (PTT) dan di kantor-kantor lokal yang pos lain. Prangko ini terus digunakan dengan mencetak kata-kata seperti "Repoeblik Indonesia", "Rep. Indonesia", "Rep Indonesia PTT.", "NRI" dan "RI". Prangko pertama yang dikeluarkan oleh Administrasi Pos Indonesia, dilakukan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang diterbitkan pada tanggal 1 Desember 1946. Dengan menunjukkan gamber banteng dan bendera Indonesia, untuk memperingati setengah tahun Kemerdekaan. Dicetak di Yogyakarta dengan warna tunggal dan dua warna, dan dicetak dalam teknik cetak sederhana. Sebagian besar cap Indonesia dalam periode ini dicetak dan digandakan di JakartaBandung, Yogyakarta, PematangsiantarPadangPalembang dan Aceh. Keinginan yang kuat dari Belanda untuk menjajah kembali Indonesia yang belum hilang. Setelah kegagalan aksi militer, mereka terus mengganggu kemerdekaan Indonesia. Indonesia, saat itu, mencoba untuk mencari dukungan dan pengakuan internasional. Salah satu upaya tersebut berlangsung pada tahun 1948 dengan mencetak prangko seri Revolusi oleh Staats Druckerei, atau Percetakan Negara, di WinaAustria, dan oleh percetakan uang kertas Amerika Serikat, EW Wright Co di Philadelphia, dengan menggunakan metode Photoengraving dan metode ukiran baja.

AWAL KEMERDEKAAN
Pada tahun 1954, percetakan modern pertama yang bernama "Pertjetakan Kebajoran" dibuka, saat ini adalah awal dari proses pencetakan prangko di tingkat kabupaten. Desainer lokal muncul, seperti Amat bin DjupriKurnia & KokJunalies dan lain lain. Pada periode ini, pemerintah memerintahkan desain cap dan produksi untuk Pertjetakan Kebajoran, maka PTT memiliki kewajiban untuk menyalurkan prangko untuk setiap kantor pos di daerah.

ORDE BARU DAN SEKARANG
Pada periode ini pemerintah untuk mengumumkan Rencana Pembangunan Lima Tahun, dan pemerintah mengeluarkan prangko relatif besar dalam jumlah dengan berbagai tema. Tema umum untuk prangko yang dikeluarkan di bawah Orde Baru diambil dari pertumbuhan dan pembangunan nasional dan terkait dengan beberapa kegiatan sosial seperti seni, budaya dan pariwisata. Tema-tema ini dapat diatur dalam klasifikasi sebagai berikut:
  1. Pertanian
  2. Industri
  3. Perhubungan dan Komunikasi
  4. Perdagangan, Koperasi dan Usaha
  5. Tenaga kerja dan Hak Asasi Manusia
  6. Kependudukan dan Keluarga Berencana
  7. Kesejahteraan Sosial
  8. Perempuan, Anak dan Kesehatan Masyarakat
  9. Generasi muda dan Olahraga
  10. Pendidikan dan Informasi
  11. Kebudayaan dan Pariwisata
  12. Politik, Hukum, Keamanan Nasional dan Hubungan Luar Negeri
  13. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Lingkungan Hidup
  14. Ilmu dan Teknologi
  15. Agama dan Kepercayaan
Titik sejarah yang pertama dimulai dengan menjadikan perangko sebagai bukti pembayaran biaya ongkos kirim pos, dan pada akhirnya perangko mulai melakukan berbagai misi dan fungsi. Kemudian, perangko dicetak di Peruri (Perusahaan Percetakan Indonesia) hasil dari penggabungan dua perusahaan negara, PN Pertjetakan Kebajoran dan PN Artha Djaja (The State Mint).

Dari Wikipedia


Prangko Peringatan Seri 100 tahun prangko di Indonesia
Tanggal Penerbitan : 1 April 1964

Kamis, 01 Januari 2015

TAHUN 1966 

PRANGKO AMAL SERI "BUNGA"




Kembang sepatu disebut juga bunga raya, adalah salah satu perdu tinggi berbunga yang selalu berbunga sepanjang tahun.  Tanaman yang mudah dijumpai di mana saja ini, memiliki bunga yang warna, bentuk, dan ukurannya beraneka ragam.  Ada yang ganda (tumpuk).  Ada yang menjuntai ke bawah, dan ada yang tegak ke atas dan ada juga yang bertangkai, dan ada yang menempel pada batang.  Semuanya berwarna cerah seperti merah, jingga, kuning, pink, putih, dan ungu.
Sekarang ini terdapat pula jenis hibrida-nya yang menghasilkan bunga campuran seperti putih dengan bagian tengah merah marun, jingga kecoklatan dan merah dengan pinggiran bunga berwarna kuning.  Bunga jenis hibrida-nya bisa bergaris tengah sampai 20 cm.  Sayangnya bunga ini hanya segar selama sehari, sore hari kelopaknya layu lalu gugur ke tanah.
Kembang sepatu termasuk tanaman tahan banting, mampu bertahan disegala cuaca dan ketinggian tanah, tetapi bunganya lebih indah di udara sejuk.  Memperbanyaknya cukup dengan stek batang atau cangkok.
Kembang sepatu bisa ditanam tersendiri atau berderet sebagai tanaman pagar.  Agar bunganya terus muncul sepanjang tahun, usahakan kena sinar matahari langsung dan cukup banyak.  Tanaman ini rentan terhadap ulat, rayap,  dan serangga lain yang biasanya melahap habis daun berikut akar tanamannya.*)
*) dari tamanraja.wordpress.com
Prangko Aman seri Bunga (Hari Sosial ke 8)
Tanggal penerbitan 10 Februari 1966

TAHUN 1964
SELAMATKAN MONUMEN NUBIA





Abu Simbel (yang bahasa Arab أبو سنبل atau أبو سمبل) adalah sebuah situs arkeologi yang terdiri dari dua kuil batu di selatan Mesir tepatnya di ujung Danau Nasser atau sejauh 290 kilometer baratdaya kota Aswan. Saat ini Abu Simbel adalah Situs Warisan Dunia UNESCO yang masuk bagian ke dalam Markah tanah Nubia, yang melingkupi dari Abu Simbel sampai ke Philae.
Kuil ini sebenarnya dipahat dari tebing batu pasir saat Firaun Ramses II masih berkuasa pada sekitar tahun 1250 SM, sebagai markah tanah terakhir untuknya dan istrinya Nefertari, untuk memperingati kemenangannya pada Pertempuran Kadesh, dan untuk menakuti tetangga Nubia.
Bagian dalam dari kuil besar (disebut juga Kuil Ramses II)) memiliki ketinggian yang menjulang hingga lebih dari 55 m (sekitar 180 kaki) dan terdiri dari serangkaian aula dan ruangan yang mengarah kepada pusat dari kuil.[1] Kuil ini diperuntukkan Firaun Ramses II bagi para dewa utama dari Heliopolis, Memphis, dan Thebes. Struktur dari kuil ini dibuat sedemikan rupa sehingga cahaya dari matahari terbit dapat menerangi patung dari 3 dewa dan Firaun Ramses II di bagian pusat dan terdalam kuil. Kuil kecil (disebut juga Kuil Nefertari) diperuntukkan Firaun Ramses II bagi ratu yang juga istrinya, Nefertari, dan dewi Hathor.
Di bagian depan dari kuil besar terdapat 4 patung duduk Firaun Ramses II, dengan tinggi masing-masing lebih dari 20 m (sekitar 65 kaki). Sedangkan patung-patung lebih kecil dari Firaun Ramses II, Nefertari, dan anak mereka menghiasi bagian depan dari kuil kecil. Terdapat sejumlah prasasti dan relief di kuil besar, sebagian menampilkan fitur sejarah yang tidak biasa. Serangkaian relief melukiskan pertempuran antara bangsa Mesir dengan Bangsa Het di Kadesh. Dua dari patung duduk Firaun Ramses II memiliki prasasti dalam bahasa Yunani yang berasal dari Abad 6 SM. Prasasti-prasasti yang ditulis oleh tentara bayaran Yunani merupakan salah satu prasasti Yunani tertua.
Abu Simbel, monumen terpenting bagi Nubia kuno, tidak diketahui keberadaannya oleh dunia barat hingga 1812, ketika kuil tersebut ditemukan oleh penjelajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt (1784-1817). Pada 1964 proyek internasional untuk menyelamatkan Abu Simbel dari peluapan Danau Nasser yang merupakan waduk bagi Bendungan Aswan dimulai. Bagian-bagian dari kuil tersebut dipisahkan, dan pada tahun 1968 dirangkai kembali di situs baru yang terletak 64 m (210 kaki) di atas sungai.
Proyek Internasional ini didanai oleh UNESCO, dan proyek dari penyelamatan Kuil ini juga merupakan cikal bakal terbentuknya Situs Warisan Dunia UNESCO, yang merupakan tempat yang dikategorikan oleh badan PBB, UNESCO sebagai tempat yang penting bagi umat manusia dan harus dilindungi sebagai sebuah Warisan oleh generasi berikutnya.

Prangko Seri : "SELAMATKAN MONUMEN NUBIA"
Tanggal Penerbitan : 8 Maret 1964
Koleksi yang dimiliki : Sampul Hari Pertama
Jumlah Koleksi : 1 buah